::: Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung Menerima Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur (Penelusuran Minat Bakat PMA) Datang langsung ke Fakultas Info. Hub. 081369076722 “Unggul dan Kompetitif dalam Pendidikan Hukum Islam dan Ilmu Hukum” ::: Kritik, saran, informasi atau artikel seputar Fakultas Syari’ah dan Hukum dapat dikirimkan kepada kami melalui email satuhatibangunnegerilampung@gmail.com.
Home / Berita Terkini / Fenomena Afi Nihaya Faradisa

Fenomena Afi Nihaya Faradisa

17799980_1394270667310504_6504755628780554723_n

Bandar Lampung: Dr. Siti Mahmudah, M.Ag adalah seorang dosen sejarah Islam di Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Raden Intan Lampung yang pada Senin (22/5/17) lalu menjadi pembicara di Workshop peran Keluarga dan Pendidikan dalam Mencegah Radikalisme.

Tak hanya menyampaikan materi saja, ketika diwawancarai Dr. Siti Mahmudah, M.Ag memberikan tanggapan mengenai fenomena Afi Nihaya Faradisa atau Asa Firda Inayah, seorang muslimah muda yang belakangan ini mencuat dan viral di berbagai media, baik cetak maupun elektronik karena tulisan-tulisan di akun facebook miliknya dikatakan mengkritik berbagai lini kehidupan, baik pemerintah, budaya, agama, maupun kehidupan sehari-hari.

Menurut Dr. Siti Mahmudah, M.Ag tulisan ‘Warisan’  yang menuai pro dan kontra dipahaminya bahwa kita ini memang pewaris, baik agama, negara, maupun suku budaya. Afi dimata Dr. Siti Mahmudah, M.Ag adalah sosok yang terlahir dan tumbuh dari desa, seorang anak desa biasanya tidak mudah terpengaruh dengan kehidupan luar. Sehingga di saat dia sekolah di desa, ini menghasilkan pemikiran yang original, pikiran ori hanya ingin dan dapat menerima sesuatu yang baik-baik. Afi adalah sosok yang sedang berada pada masa transisi atau sedang ingin  mengenali jati dirinya.

“Orang jika tidak memiliki jati diri, tidak dapat mengenali dirinya, maka dia akan menjadi orang yang tidak punya pendirian alyas plinplan,” tuturnya.

Walupun Afi terbilang masih sangat muda, namun menurut Dr. Siti Mahmudah, M.Ag ia adalah tipe orang yang mengenali jati dirinya, sehingga dia bisa mengenal orang lain dengan baik, saya katakan tidak semua orang bisa mengenal dirinya seperti di Afi ini. Resiko bagi yang tidak dapat mengenali dirinya adalah dia tidak akan dapat mengenal lingkungan sekelilingnya, serta mudah dipengaruhi fikiran-fikiran yang berasal dari luar baik negatif maupun negatif. (Dewi Yulianti)

About admin

Foto Profil dari admin

Check Also

22489744_1943107932595226_3278003035605523079_n

Dahsyat Pemred Jejamo.com Isi Pelatihan Jurnalistik

Bandar Lampung: Dahsyat..!!! Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa. Pelatihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas