::: Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung Menerima Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur (Penelusuran Minat Bakat PMA) Datang langsung ke Fakultas Info. Hub. 081369076722 “Unggul dan Kompetitif dalam Pendidikan Hukum Islam dan Ilmu Hukum” ::: Kritik, saran, informasi atau artikel seputar Fakultas Syari’ah dan Hukum dapat dikirimkan kepada kami melalui email satuhatibangunnegerilampung@gmail.com.
Home / Berita Terkini / Buku Islam Tuhan Islam Manusia Upaya Menggairahkan Kembali Keislaman yang Terbuka dan Dialogis

Buku Islam Tuhan Islam Manusia Upaya Menggairahkan Kembali Keislaman yang Terbuka dan Dialogis

18700015_1880468582192495_4463849155913171075_n

Bandar Lampung: Haidar Bagir penulis buku Islam Tuhan Islam Manusia menyatakan bahwa hadirnya buku tersebut dalam upaya menggairahkan kembali keislaman yang terbuka dan dialogis. “Basisnya Mizan dulu di kampus kampus, tapi seperti disampaikan mahasiswa UIN, bebarapa tahun terakhir terjadi penurunan daya baca mahasiswa terhadap buku-buku yang agak berat (buku-buku serius). Maka buku ini hadir dalam upaya menggairahkan kembali keislaman yang terbuka dan dialogis,” ungkapnya pada saat menyampaikan alasan menulis buku tersebut dalam acara Bedah Buku Islam Tuhan Islam Manusia karya Haidar Bagir yang dilaksanakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Raden Intan Lampung, pada Senin (22/5/2017) di GSG fakultas setempat.

“Islam Tuhan Islam Manusia merupakan seleksi yang telah dipilih, sebanyak 30 artikel  yang mempunyai sistematika dan mengarah pada satu tujuan yang ingin dicapai”, tambahnya.

Haidar Bagir juga menjelaskan bahwa judul buku yang ditulisnya tidak Kontroversial. “Buku yang saya tulis tidak ada yang kontroversial, ada dalam alquran, dalam surat al-Baqarah ayat 142-143. Di dalamnya bisa dipahami bahwa Alhaq diwakilinya oleh Allah, inilah yang disebut dengan Islam Tuhan. Ayat selanjutnya, orang yang menerima dari Rab-nya berbeda beda, dan menunjukkan berbuat baik meskipun wijhahnya berbeda-beda  yang diarahkan untuk fastabiqul khairat, tidak bertengkar. Inilah yang disebut dengan Islam Manusia”, jelasnya.

Ia juga menjelaskan agar belajar Islam tidak hanya dari satu guru, satu aliran, dan satu kelompok. ”Kita lupa bahwa perbedaan itu telah terjadi sejak masa Rasulullah seperti persoalan quru dan lainnya. Alqurannya sama, namun penafsiran dan pembacaannya yang berbeda. Bahasa Arab yang sama namun artinya berbeda,” ujarnya.

Karena itulah menurutnya, “Wahabi takfiri dan Syiah takfiri sama-sama sesat,” ujarnya. (Abdul Qodir Zaelani)

About admin

Foto Profil dari admin

Check Also

22489744_1943107932595226_3278003035605523079_n

Dahsyat Pemred Jejamo.com Isi Pelatihan Jurnalistik

Bandar Lampung: Dahsyat..!!! Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa. Pelatihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas