::: Fakultas Syari’ah dan Hukum IAIN Raden Intan Lampung Menerima Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur (Penelusuran Minat Bakat PMA) Datang langsung ke Fakultas Info. Hub. 081369076722 “Unggul dan Kompetitif dalam Pendidikan Hukum Islam dan Ilmu Hukum” ::: Kritik, saran, informasi atau artikel seputar Fakultas Syari’ah dan Hukum dapat dikirimkan kepada kami melalui email satuhatibangunnegerilampung@gmail.com.
Home / Berita Terkini / Penetapan Rukyatul Hilal Sebagai Metode Penentuan Awal Bulan Qamariah Sudah Diyakini Sejak Islam Masuk Nusantara

Penetapan Rukyatul Hilal Sebagai Metode Penentuan Awal Bulan Qamariah Sudah Diyakini Sejak Islam Masuk Nusantara

17757396_10202962621624504_6809852519665652267_n

Bandar Lampung: “Penetapan rukyatul hilal sebagai metode penentuan awal bulan Qamariah di nusantara sudah diyakini sejak Islam masuk ke kepulauan nusantara. Kegiatan ini dilakukan berdasarkan perintah untuk melakukan rukyatul hilal sebelum umat Islam menjalani ibadah puasa Ramadan dan hari raya Idul Fitri,” ujar Dr. Djayusman saat menyampaikan materi dalam acara Diskusi Dosen Fakultas Syariah dan Hukum di ruang rapat dekanat, Jumat (20/5/2017).

Dr. Djayusman juga menyatakan dahulu di kalangan ahli hisab terdapat perbedaan dalam penentuan awal bulan Qamariah. Ada pendapat yang menyatakan bahwa awal bulan baru ditentukan hanya oleh terjadinya ijmak, sedangkan pendapat lain berdasarkan pada terjadinya ijmak dan posisi hilal. Di mana sisi tim ijmak menetapkan jika ijmak terjadi sebelum matahari terbenam itulah waktu masuknya awal bulan.

“Semula, pelaksanaan rukyatul hilal hanya dilakukan dengan mata telanjang, tanpa menggunakan alat bantu apapun. Setelah kebudayaan manusia makin maju, maka dengan sponanitas pelaksanaan rukyah pun secara berangsur-angsur menggunakan sarana dan prasarana yang menunjang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi”, ungkapnya Dr. Djayusman yang juga alumnus UIN Walisongo Semarang.

“Perbedaan pemahaman dalil syar’i, paham kepercayaan tertentu, persoalan metodologis menjadi teologis, serta taklid, merupakan beberapa problem yang menjadi problematika yang melatarblakangi perbedaan awal bulan Qamariah di Indonesia,” tambah Dr. Djayusman. (Thiara Pareza/Abdul Qodir Zaelani)

About admin

Foto Profil dari admin

Check Also

22489744_1943107932595226_3278003035605523079_n

Dahsyat Pemred Jejamo.com Isi Pelatihan Jurnalistik

Bandar Lampung: Dahsyat..!!! Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung menggelar Pelatihan Jurnalistik bagi mahasiswa. Pelatihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas